Pengurus besar petani tebu asosiasi rakyat menggiatkan berbagai program pembinaan guna meningkatkan hasil produksi gula nasional demi tercapainya swasembada pangan. Para petani dibekali bantuan bibit tebu varietas unggul yang memiliki kadar rendemen tinggi serta ketahanan yang kuat terhadap serangan hama tanaman. Pembaharuan teknik pemupukan dan penataan alur irigasi sawah dilakukan secara serentak di seluruh kawasan perkebunan tebu rakyat. Langkah pembinaan ini terbukti efektif meningkatkan tonase hasil panen tebu per hektar secara signifikan.
Kerja sama yang erat dibangun bersama pengelola pabrik gula milik negara guna menjamin alur giling tebu dapat berjalan secara cepat, efisien, dan transparan. Penggunaan alat timbang digital dan laboratorium penguji kadar gula otomatis di pabrik mencegah terjadinya kecurangan yang dapat merugikan pihak petani tebu. Pembayaran hasil penjualan tebu dilakukan secara tepat waktu melalui rekening bank kelompok tani sehingga memberikan kepastian modal usaha bagi petani. Keterbukaan alur transaksi meningkatkan semangat kerja para petani.
Peran aktif petani tebu dalam asosiasi ini juga berfokus pada pengusulan penyesuaian harga patokan petani agar seimbang dengan kenaikan biaya produksi dan pupuk di lapangan. Pemerintah mendengarkan aspirasi tersebut dengan menetapkan harga acuan gula yang adil guna melindungi pendapatan keluarga petani dari kerugian. Fasilitas pinjaman modal kredit usaha rakyat dimaksimalkan untuk membantu petani membeli sarana mesin mekanisasi pertanian modern. Dukungan kebijakan pemerintah mengokohkan ketahanan ekonomi petani.
Pelatihan pengelolaan keuangan dan kewirausahaan diberikan kepada para pengurus kelompok tani agar mampu mengelola lembaga koperasi tebu secara mandiri dan profesional. Banyak koperasi tani yang kini mampu membeli mesin pemotong tebu otomatis dan truk pengangkut sendiri untuk menghemat biaya operasional panen. Kemandirian kelompok tani berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan hidup warga desa sekitar perkebunan tebu. Industri gula nasional kini ditopang oleh petani yang berdaya.
Upaya asosiasi petani tebu rakyat ini akan terus dilanjutkan dengan memperluas areal penanaman tebu baru di luar Pulau Jawa bekerja sama dengan pihak swasta. Pengurus berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan gula nasional agar selalu berpihak pada kesejahteraan petani lokal dan ketahanan pangan bangsa. Evaluasi hasil giling tahunan digelar bersama kementerian terkait guna menyempurnakan tata kelola industri gula Indonesia. Ketahanan gula nasional terwujud berkat kerja keras para petani.
