Perubahan iklim telah menjadi ancaman nyata yang dirasakan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Dampaknya terasa mulai dari kenaikan suhu, pola cuaca ekstrem, hingga ancaman krisis pangan. Menyadari urgensi tersebut, Kabupaten Kapuas Hulu, yang sering disebut sebagai Bumi Uncak Kapuas, mengambil langkah proaktif dengan mengadopsi pertanian berkelanjutan sebagai upaya nyata untuk Atasi Perubahan Iklim. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga pada praktik yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Salah satu inovasi utama yang diterapkan oleh Bumi Uncak Kapuas dalam Atasi Perubahan Iklim adalah praktik Pertanian Tanpa Bakar (PTB) atau No-Burn Agriculture. Metode ini, yang telah diuji coba di beberapa demplot (lahan percontohan), menunjukkan hasil panen yang sangat menjanjikan. PTB tidak hanya mencegah polusi udara yang disebabkan oleh pembakaran lahan, tetapi juga meningkatkan kesuburan tanah secara alami, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida, serta menjaga keanekaragaman hayati. Contohnya, Ayub, seorang petani dari Tanjung Lasa yang terlibat dalam demplot PTB, melaporkan peningkatan hasil panen yang signifikan dibandingkan metode tradisional.
Penerapan PTB di Kapuas Hulu juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan. Selain mengurangi biaya produksi bagi petani karena minimnya penggunaan pupuk dan pestisida kimia, PTB juga menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan. Hasbullah, petani lain di Tanjung Lasa, berbagi pengalamannya bahwa pada periode Maret hingga Juni 2024, panen mentimun di lahan seluas 300 meter persegi mencapai 2,3 ton, jauh melampaui estimasi panen menggunakan metode bakar yang biasanya kurang dari 1 ton. Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa pertanian berkelanjutan dapat memberikan keuntungan ganda: bagi lingkungan dan bagi kesejahteraan petani.
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sangat mendukung dan mengapresiasi upaya-upaya ini. Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait sangat penting untuk memperluas praktik pertanian berkelanjutan. Dengan terus mendorong Atasi Perubahan Iklim melalui praktik-praktik seperti PTB, Bumi Uncak Kapuas tidak hanya berkontribusi pada mitigasi krisis iklim global, tetapi juga membangun ketahanan pangan lokal, serta memastikan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
