Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi, pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur dan keterampilan dasar kepada generasi penerus menjadi semakin krusial. Komunitas Petani Parikesit, sebuah kelompok pegiat pertanian yang berdedikasi, mengambil inisiatif mulia dengan mengajak pelajar cilik untuk terjun langsung ke dunia bercocok tanam. Upaya ini merupakan langkah konkret dalam membimbing generasi muda agar lebih mengenal alam, menghargai proses, dan menumbuhkan rasa cinta terh.adap lingkungan dan pangan lokal.
Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Mei 2025, mulai pukul 09:00 hingga 12:00 WIB, di lahan pertanian edukasi milik Komunitas Petani Parikesit di Desa Makmur Jaya, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 50 pelajar dari tiga sekolah dasar setempat, didampingi oleh guru dan relawan, tampak antusias mengikuti setiap tahapan. Mereka diajarkan mulai dari cara menyiapkan media tanam, menyemai benih, menanam bibit sayuran, hingga teknik penyiraman dan pemeliharaan dasar.
Inisiatif membimbing generasi muda ini tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan keterampilan bertani, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti kesabaran, ketekunan, tanggung jawab, dan kerjasama. Anak-anak diajak untuk melihat langsung bagaimana makanan tumbuh dari tanah, bukan sekadar muncul di meja makan. Pengalaman langsung ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya ketahanan pangan dan gaya hidup sehat.
Ketua Komunitas Petani Parikesit, Bapak Budi Santoso (50 tahun), menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini akan rutin dilaksanakan setiap bulan. “Kami percaya bahwa membimbing generasi muda untuk mencintai pertanian sejak dini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa,” ujarnya dalam sesi wawancara di sela-sela kegiatan. “Dengan mengenal tanah dan tanaman, mereka akan tumbuh menjadi individu yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.”
Program edukasi ini juga merupakan bagian dari gerakan “Petani Milenial Bangkit” yang digagas sejak tahun 2023, bertujuan untuk meregenerasi petani di Indonesia. Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, melalui Kepala Bidang Penyuluhan, Ibu Siti Rahayu, S.P., M.P., yang hadir dalam acara tersebut, menyatakan dukungan penuhnya. “Kami sangat mengapresiasi upaya Komunitas Petani Parikesit. Ini adalah model yang bagus untuk membimbing generasi muda kita agar tidak tercerabut dari akarnya dan tetap peduli pada sektor pertanian,” pungkasnya. Diharapkan, kegiatan serupa dapat menyebar ke berbagai daerah, menumbuhkan bibit-bibit petani masa depan yang peduli dan inovatif.
