Serikat Petani Indonesia Jombang: Membangun kekuatan petani melalui advokasi, pelatihan, dan pengembangan pertanian berkelanjutan. Bergabunglah untuk mendukung kesejahteraan petani lokal di Jombang!
Penemuan Struktur Bata Tempat Penyimpanan Beras Kuno Majapahit Jombang
Penemuan Struktur Bata Tempat Penyimpanan Beras Kuno Majapahit Jombang

Penemuan Struktur Bata Tempat Penyimpanan Beras Kuno Majapahit Jombang

Penemuan struktur bata tempat penyimpanan beras kuno era Kerajaan Majapahit di Kabupaten Jombang membuka tabir sejarah ketahanan pangan masa lalu. Penemuan struktur bata berukuran besar ini memperlihatkan kecanggihan ilmu rekayasa arsitektur gudang penyimpanan hasil pertanian pada abad ke-14. Kompleks bangunan bata merah ini dirancang secara khusus guna melindungi cadangan beras kerajaan dari ancaman kelembaban udara, banjir, dan serangan hama pengerat. Artefak arkeologi ini menjadi bukti fisik betapa majunya sistem pengelolaan logistik pangan yang dimiliki oleh Kerajaan Majapahit pada zaman keemasannya.

Struktur gudang penyimpan ini dibangun memanfaatkan susunan bata merah tebal yang direkatkan menggunakan teknik gosok bata tanpa semen tebal modern. Pondasi bangunan dirancang panggung melayang dari atas tanah untuk mengalirkan sirkulasi udara dingin dari bagian bawah lantai guna mencegah pembusukan beras. Pada bagian dalam fondasi, ditemukan sisa-sisa sekam dan karbonisasi butiran beras kuno yang membuktikan fungsi utama struktur bangunan tersebut pada masanya. Sistem drainase air yang tertata rapi di sekeliling bangunan memastikan area gudang tetap kering meskipun saat musim hujan deras.

Keberadaan fasilitas penampungan pangan skala besar di Jombang ini mengindikasikan bahwa wilayah ini dahulunya merupakan kawasan lumbung padi strategis Majapahit. Cadangan pangan yang tersimpan di dalam struktur bata ini digunakan untuk menyokong kebutuhan logistik para prajurit kerajaan serta mengantisipasi bahaya kelaparan. Tata letak bangunan yang dekat dengan jalur sungai memudahkan transportasi pengangkutan hasil panen menggunakan perahu dari sawah menuju gudang penyimpanan pusat. Keahlian mengelola stok makanan ini menjadi salah satu pilar utama kejayaan dan kestabilan politik kerajaan Majapahit.

Proses ekskavasi dan penelitian arkeologi di lokasi penemuan terus dilakukan oleh tim ahli cagar budaya guna mengungkap luas keseluruhan kompleks penyimpanan. Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat berupaya mengamankan area penemuan dari kerusakan aktivitas penambangan tanah atau pembangunan liar yang tidak terkelola. Pembuatan atap pelindung sementara dipasang di atas sisa susunan bata merah agar tidak lapuk akibat terpaan hujan dan sinar matahari secara langsung. Langkah penyelamatan situs kuno ini terus didukung agar informasi sejarah pangan dapat terungkap sempurna.

Artefak tempat penyimpanan beras kuno ini mengajarkan kita tentang vitalnya perencanaan sistem ketahanan pangan bagi kejayaan suatu peradaban bangsa. Penemuan struktur bata tempat penyimpanan beras kuno Majapahit di Jombang memberikan bukti nyata kejayaan rekayasa teknologi pertanian para ancestor Nusantara. Nilai-nilai kearifan dalam mengelola pangan ini patut kita jadikan inspirasi dalam membangun ketahanan pangan nasional yang mandiri dan kokoh saat ini. Mari kita pelajari dan rawat peninggalan arkeologi berharga ini agar sejarah kejayaan bangsa tetap terjaga utuh.