Diversifikasi pangan terus digalakkan melalui pemanfaatan tepung mokaf sebagai bahan substitusi tepung terigu impor dalam industri pengolahan makanan lokal di Jombang. Tepung mokaf yang terbuat dari olahan singkong yang mengalami proses fermentasi terbukti memiliki karakteristik tekstur dan kelembutan yang sangat mirip dengan gandum. Penggunaan tepung lokal bebas gluten ini mulai diterapkan dalam pembuatan roti, kue kering, mie, serta berbagai produk olahan pangan sehat lainnya. Langkah strategis ini diambil guna mengurangi ketergantungan bahan pangan impor serta memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Proses pembuatan tepung mokaf diawali dengan penyawutan singkong segar yang dilanjutkan dengan perendaman menggunakan enzim starter mikroba alami selama 24 jam. Proses fermentasi ini berhasil menghilangkan aroma khas singkong serta meningkatkan tingkat kecerahan warna tepung menjadi putih bersih alami. Setelah dikeringkan di bawah sinar matahari atau oven pengering, chips singkong digiling hingga halus dan diayak sesuai standar kehalusan industri makanan. Teknologi pengolahan yang sederhana ini sangat mudah diadopsi oleh para pelaku UMKM dan kelompok tani di pedesaan.
Program akselerasi diversifikasi pangan ini memberikan dampak ganda bagi perekonomian daerah, yaitu meningkatkan nilai tambah tanaman singkong dan menekan biaya produksi usaha makanan. Para petani singkong kini mendapatkan jaminan pasar yang stabil dengan harga jual hasil panen yang jauh lebih menguntungkan dibanding penjualan singkong mentah. Para pembuat kue dan roti lokal juga mampu menekan biaya pembelian bahan baku tepung tanpa mengurangi rasa dan kualitas produk buatan mereka. Dukungan promosi terus ditingkatkan agar masyarakat semakin bangga mengonsumsi olahan pangan lokal.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait memberikan bantuan sarana mesin penggiling serta pendampingan sertifikasi halal dan izin edar bagi para produsen tepung mokaf. Pelatihan variasi resep olahan berbasis mokaf rutin digelar bagi ibu-ibu PKK dan pelaku industri kuliner guna memperluas pemanfaatan tepung lokal ini. Pengujian kandungan gizi laboratorium menunjukkan bahwa tepung mokaf kaya akan serat alami serta aman dikonsumsi oleh penderita penderita alergi gluten. Keunggulan kesehatan ini menjadi poin penjualan utama dalam menarik minat konsumen gaya hidup sehat saat ini.
Secara keseluruhan, pengembangan pengolahan tepung olahan singkong ini terbukti menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional berbasis sumber daya lokal. Gerakan diversifikasi pangan berbasis produk olahan daerah akan terus diperluas dengan melibatkan berbagai jaringan ritel dan pasar kuliner modern. Dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat, penggunaan tepung olahan lokal dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Langkah nyata ini tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga memakmurkan kehidupan para petani singkong di pedesaan.
