Strategi pertanian kota yang digencarkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari para pengamat pertanian. Langkah ini dinilai sebagai strategi pertanian yang cerdas dan relevan dalam memanfaatkan lahan terbatas di perkotaan untuk meningkatkan ketahanan pangan, menciptakan ruang hijau, serta memberdayakan masyarakat. Para pengamat meyakini bahwa strategi pertanian ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi Jakarta.
Salah satu pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Bayu Krisnamurti, pada tanggal 16 Juli 2024, menyatakan bahwa pertanian kota yang difokuskan pada pemanfaatan lahan-lahan kosong, atap bangunan, dan ruang vertikal merupakan solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan lahan di Jakarta. Beliau menyoroti bahwa langkah Pj. Gubernur Heru dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui program-program pelatihan dan pendampingan akan menjadi kunci keberhasilan pertanian ini. Dr. Bayu juga menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan tren global urban farming yang semakin berkembang.
Dukungan serupa juga datang dari seorang ahli pertanian perkotaan dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Lusi Fitriani. Beliau mengapresiasi fokus Pj. Gubernur Heru pada integrasi strategi pertanian kota dengan program-program lingkungan lainnya, seperti pengelolaan sampah organik menjadi kompos. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian kota tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan di Jakarta. Prof. Lusi juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk memastikan keberhasilan jangka panjang strategi pertanian ini.
Lebih lanjut, para pengamat juga menyoroti potensi ekonomi dari strategi pertanian kota ini. Dengan memberdayakan masyarakat untuk menghasilkan produk pertanian sendiri, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah dan menciptakan peluang usaha baru. Beberapa kelompok masyarakat di Jakarta, seperti di kawasan Rusun Marunda pada bulan Juni 2024, telah menunjukkan keberhasilan dalam mengembangkan pertanian kota skala kecil yang menghasilkan sayuran segar dan bernilai ekonomi.
Dengan dukungan penuh dari para pengamat dan partisipasi aktif masyarakat, strategi pertanian kota yang diinisiasi oleh Pj. Gubernur Heru diharapkan dapat menjadi model bagi kota-kota besar lainnya di Indonesia dalam memanfaatkan potensi lahan perkotaan untuk ketahanan pangan dan lingkungan yang lebih baik. Langkah ini dinilai sebagai investasi cerdas untuk masa depan Jakarta yang lebih hijau dan mandiri.
